Kunci Ketenangan Hidup
Aku bisa tenang menjalani hidup ini karena empat hal.
Pertama, aku tahu bahwa rizkiku tidak akan jatuh ke tangan orang lain, maka hatiku menjadi tenang.
Kedua, aku tahu bahwa tugasku tidak akan dikerjakan oleh orang lain, maka aku sibukkan diriku dengannya.
Ketiga, aku tahu bahwa Allah selalu melihatku, maka aku malu jika aku menjatuhkan diriku dalam lumpur dosa.
Keempat, aku tahu bahwa ajal itu pasti datang maka aku selalu bersiap-siap menantinya
(Imam Hasan Al-Basri)
Dari kutipan diatas kita bisa melihat kunci ketenangan hidup dari seorang ulama besar. Dari pernyataan tersebut kita bisa melihat kecerdasan beliau. Kecerdasan seorang insan yang menunjukkan bahwa beliau bukanlah seorang yang bisa ditipu dunia. Coba liat diri kita sekarang. Adakah kita bertindak seperti pernyataan tersebut. Mari kita lihat
a. Mengenai masalah harta. Sepertinya tidak pernah cukup waktu kita 24 jam sehari 7 hari seminggu untuk segala aktivitas duniawi kita untuk menumpuk harta yang walaupun ketika kita berhasil mengumpulkan harta sedemikian banyak kita menjadi bingung untuk menghabiskannya.
b. Ada halnya dengan tugas kita seringkali melalaikan apa yang menjadi amanah kita. Kita, yang telah yakin dengan ukhuwah yang terjalin kemudian menganggap bahwa kita bersantai dengan tugas karena jikalau kita gagal maka akan ada ikhwah kita di belakang kita yang akan mem-backup segala kelalaian kita.
c. Allah Maha Pengampun. Ini yang sering kita tanamkan dalam diri ketika kita baik secara sengaja maupun tidak melakukan perbuatan dosa. Benar Allah Maha Pengampun, tetapi tidak adakah rasa malu dalam diri kita ketika kita melakukan kesalahan yang sama berkali-kali? Ataukah karena telah berulangkali melakukan perbuatan dosa kita malah menjadi imun dan tidak merasa bersalah.
d. ”Urusan ibadah nanti saja ketika kita sudah tua, sekarang mah santai-santai saja. Nikmati masa muda donk”. Tidak sekali duakali kita mendengan perkataan seperti ini. Sebuah perkataan yang mendahului takdir Allah. Sebuah pernyataan yang dengan angkuh meyakini bahwa usianya akan sampai pada ”usia tua untuk beribadah”.